 |
Latar
Belakang |
|
-- |
Ilmu pengetahuan
dan teknologi (Iptek) olahraga yang selama ini dibangun
dan dilaksanakan oleh Asisten Deputi Iptek Olahraga
tidak lagi berperan sebagai provider (unit pelaksana)
tetapi lebih di arahkan sebagai penentu kebijakan di
bidang peningkatan prestasi olahraga lebih sebagai fasilitator
kegiatan (enabler). |
|
| -- |
Pelaksana kegiatan
(provider) adalah lembaga penelitian, perguruan tinggi
dan termasuk kalangan akademisi / perguruan tinggi dan
pengusaha swasta dan masyarakat. |
|
--
|
Program kegiatan
Iptek Olahraga di arahkan untuk meningkatkan prestasi
olahraga, kesejahteraan rakyat, mempercepat terwujudnya
kemandirian, ketangguhan dan keunggulan bangsa. |
|
| -- |
Salah satu upaya
yang dilakukan dalam penyelesaian masalah dibidang pembangunan
keolahragaan adalah yang menyentuh langsung kepentingan
pengembangan kehidupan khususnya olahraga dan masa depan
bangsa. |
|
| |
 |
Dasar
Pelaksanaan Program Iptek Olahraga
|
| |
1. |
Undang-Undang nomor 3 tahun
2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional |
|
| |
2. |
Undang-Undang nomor 5 tahun 2003 tentang
Sistem pendidikan Nasional |
|
| |
3. |
Hasil Rakornas Kementerian Negara Pemuda
dan Olahraga bulan Juni 2005 |
|
| |
4. |
Peraturan Menteri Negara Pemuda dan
Olahraga RI nomor : Kep.-10 / Menpora/ V / 2005, tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Pemuda
dan Olahraga. |
|
 |